Piodalan Alit dan Tirtayatra

07-09-2017 08:36:29

Selasa, 5 September 2017 HardysRETAIL mengadakan upacara Piodalan Alit di Hardys Udayana Plaza dan di Hardys Malls Tabanan. Dilanjutkan Tirtayatra ke Pura Luhur Tanah Lot bersama dengan HardysCorp. 

 

Dikutip dari http://sejarahharirayahindu.blogspot.co.id, Piodalan adalah wujud bhakti sebagai usaha untuk mencapai jagadhita yang dalam babad Bali, piodalan juga disebut sebagai :

  • Petirtayan, 
  • Petoyan, dan 
  • Puja wali

Piodalan yang utamanya sebagai kelompok upacara dewa yadnya ini merupakan upacara yang ditujukan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Waça dengan segala manifestasinya yang pujawalinya dipimpin oleh seorang pemangku di tempat suci masing - masing dengan cara :

  • Nglinggayang atau 
  • Ngerekayang (ngadegang) 
  • Dalam hari - hari tertentu yang dilaksanakan dengan sembahyang bersama.. 

Arti kata "Piodalan" juga disebutkan berasal dari kata wedal yang artinya 

  • ke luar, 
  • turun atau dilinggakannya 
  • yang dalam hal ini pengertiannya disebutkan, 

Ida Sang Hyang Widhi Waça dengan segala manifestasinya yang keluar dari kahyangan dan dilinggakan atau distanakan menurut hari yang telah ditetapkan untuk tempat - tempat suci seperti : pemerajan / sanggahpuradll agar umat dapat melaksanakan persembahyangan.

Sementara itu pengertian dan tujuan tirtayatra menurut http://phdi.or.id adalah sebagai berikut:

Yang dimaksud dengan tirtayatra adalah niat tulus untuk mengunjungi tempat-tempat suci atau tempat bersejarah dan tempat-tempat lain yang dikeramatkan. Tirtayatra bertujuan untuk melihat dari dekat tempat bersejarah untuk menyaksikan secara nyata tempat-tempat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan agama Hindu, agar dapat mempertebal Panca Sradha (lima keyakinan) dan kebenaran terhadap sejarah perkembangan ajaran Hindu.

Untuk meyakini sesuatu, kita (penganut Hindu) telah memiliki cara yang disebut dengan Tri Premana (tiga cara) yaitu: Agama Pramana yang dimaksudkan adalah bahwa kita meyakini adanya sesuatu berdasarkan atas informasi yang kita terima dari pelajaran yang diberikan oleh para guru/para ahli atau cerita-cerita dari orang-orang suci yang telah lebih dahulu mengalami yang kita percayai; Anumana Pramana yaitu kita meyakini sesuatu atas dasar hasil analisa akan suatu penomena baik alam, flora, fauna dll; Pratyaksa Pramana dimana kita meyakini sesuatu atas dasar penglihatan langsung atau pengalaman pribadi yang tiap-tiap orang tidaklah sama pengalaman spiritualnya.

Selama melaksanakan tirtayatra (perjalan suci) para yatri (peserta) akan mendengarkan cerita-cerita mengenai tokoh sejarah atau tempat yang dikunjungi (Sravanam), pada saat tertentu juga turut menyanyikan kidung suci keagamaan atau menyebut-nyebut nama Tuhan berulang-ulang (kirtanam), dalam perjalanan selalu mengingat Tuhan dengan segala manifestasinya (Smaranam), melakukan pemujaan di beberapa, Pura atau Mandir (Arcanam), juga ada kesempatan membaca cerita-cerita suci keagamaan atau sloka-sloka kitab suci (Wandanam), selalu berusaha mengabdi kepada Tuhan dengan jalan mengekang rasa ego atau ahamkara (Dasyam), ada juga yang melakukan pemujaan dengan merebahkan diri tertelungkup di hadapan yang dipuja, Tuhan dilambangkan amat agung, cara ini dikenal dengan istilah "memuja kaki padma Tuhan" (Padesevanam). oleh karena kegiatan itulah melakukan tirtayatra dianggap sungguh-sungguh utama. (IG)